KPU Badung Gencarkan Sosialisasi Pencalonan Melalui Bimtek

  • 11 Agustus 2020
  • 13:05 WITA
berita_201108100819_KPUBadungGencarkanSosialisasiPencalonanMelaluiBimtek.jpeg

MANGUPURA.  Salah satu tahapan yang sangat krusial dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020 ialah pencalonan. Untuk itu KPU Kabupaten Badung menggelar Bimbingan Teknis Pencalonan pada Selasa, (11/08/2020) bertempat di Neo Hotel Denpasar.

Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan pihak penyelenggara khususnya KPU Kabupaten Badung dalam memberikan pemahaman terkait hal yang diperlukan dalam pencalonan. Hadir dalam acara Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, Anggota KPU Provinsi Bali Luh Putu Sri Widyastini, Forkompinda Kabupaten Badung dan Pimpinan Partai Politik beserta jajaran.

“Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada stake holder terkait di Kabupaten Badung yang tentunya akan terlibat dalam pelaksanaan tahapan pendaftaran dan penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2020,” buka Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta.

Pria yang akrab disapa Kayun Semara itu menerangkan ada beberapa hal yang menjadi atensi serius dalam hal pencalonan yang diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik. Seperti proses pendaftaran dan penetapan pasangan calon, pelaksanaan kampanye dengan meminimalisasi penggunaan alat peraga kampanye berupa baliho.

Tidak lupa orang nomor satu di KPU Kabupaten Badung ini menyampaikan terkait progres pemutakhiran data pemilih. “Dalam pengumuman DPS nanti kami berharap data ini dapat dicermati oleh Parpol. Jika ada yang belum terdaftar agar segera menyampaikan kepada PPS bilamana masih ada ada pemilih yang belum terdaftar/tercecer,” tegasnya.

“Kami harapkan partisipasi dari semua pihak, mohon masukan dan kritik dari seluruh komponen, sehingga pelaksanaan tahapan Pilkada Badung Tahun 2020 dapat berjalan dengan baik, minimal kami dapat memenuhi target partisipasi masyarakat sebesar 85%,” ujar pria asal Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal ini.

Selanjutnya Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Lidartawan mengatakan dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berterima kasih bahwa kita sama-sama sudah mulai menggerakkan kembali perekonomian lokal melalui pertemuan tatap muka.

“Masalah pencalonan, tentunya kami mendorong semua partai politik untuk dapat berpartisipasi. Saat ini jangan hanya mencari menang saja, tetapi yang perlu dipahami adalah proses pembelajaran dan kaderisasi dari parpol,” bebernya.

Mantan Ketua KPU Bangli ini menambahkan dalam masa pandemi Covid-19, ada beberapa perubahan pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Di antaranya simulasi pemungutan suara dengan kondisi pandemi, pemberian panggilan pemilih melalui formulir C6, setiap penyelenggara harus bebas Covid-19 dan penyemprotan disinfektan TPS sebelum dimulainya proses pemungutan suara.

Selain itu, ada pengecekan suhu tubuh, jika pemilih suhu tubuhnya 37 keatas maka akan ada jalur khusus. Pemilih harus mencuci tangan sebelum masuk TPS, pemberian sarung tangan sekali pakai, paku yang digunakan akan dilakukan sterilisasi dalam beberapa kali pakai, setelah mencoblos penggunaan tinta tidak lagi dicelup, melainkan disemprot atau tetes/dropping.

“Dari semua perubahan dan antisipasi tersebut diharapkan tidak ada lagi keraguan dari masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Bali Luh Putu Sriwidyastini menyampaikan secara detail terkait jadwal dan tahapan pencalonan yang mengacu pada PKPU No 1 Tahun 2020.

“Dimulai dari pengumuman pendaftaran pada 28 sampai 30 Agustus 2020, pendaftaran paslon pada 4 sampai 6 September 2020, pemeriksaan kesehatan 4 sampai 11 September 2020, verifikasi dokumen 4 sampai 22 September 2020, penetapan paslon 23 September 2020 dan pengundian nomor urut paslon 24 September 2020,” ujarnya saat memberikan materi di hadapan peserta bimtek.

Syarat pencalonan juga dibahas dalam pertemuan ini, seperti semua pihak mendapatkan hak yang setara dalam pelayanan, seleksi terbuka dan demokratis oleh masing-masing parpol dan memenuhi syarat pencalonan sesuai yang telah ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota yaitu 20% penetapan perolehan kursi atau 25% penetapan perolehan jumlah suara sah hasil Pemilu anggota DPRD Tahun 2019.

Foto terkait :

 

Komentar

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait