AGENDA KEGIATAN

Baca Berita

ABSENSI SIDIK JARI DI SEKRETARIAT KPU KABUPATEN BADUNG

Oleh : kpubadung | 25 Mei 2012 | Dibaca : 1286 Pengunjung

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung sejak tanggal 5 Januari 2011 menggunakan perangkat elektronik sidik jari sebagai peralatan absen bagi pegawai di lingkungan sekretariatnya. Peralatan tersebut merupakan pemberian dari Pemerintah Kabupaten Badung, sehubungan dengan keberadaan pegawai Pemerintah Kabupaten Badung yang dipekerjakan  di lingkungan sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung.
 
Dengan penggunaan absen sidik jari tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan disiplin dan kinerja para pegawai sehingga dapat mengoptimalkan pelaksanaan tugas dalam rangka memfasilitasi pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah dan khususnya para anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung.
 
Absen sidik jari ini berlaku untuk seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung yang berjumlah 31 orang termasuk sekretaris, kepala sub bagian dan staf. Jumlah tersebut mencakup 19 orang PNS Daerah Kabupaten Badung yang dipekerjakan pada sekretariat KPU Kabupaten Badung serta 10 orang PNS pusat (KPU). Para sopir yang berjumlah 2 orang juga ikut melaksanakan absensi sidik jari.
 
Pelaksanaan absen sidik jari dilakukan dengan menempelkan salah satu ujung jari tangan pada mesin elektrik yang tersedia. Apabila posisi ujung jari tangan sudah benar maka dari mesin akan mengeluarkan  suara “Thank you” dan akan menampilkan nama, nomor absen dan waktu kehadiran pegawai yang bersangkutan. Namun apabila posisi ujung jari tangan kurang benar maka mesin akan mengeluarkan suara “Please Try Again” dan tidak menampilkan nama, nomor absen dan waktu kehadiran pegawai.
 
Batas waktu absensi adalah pukul 07.30 wita pada pagi hari dan 15.30 wita pada sore hari dari hari Senin sampai Kamis. Sedangkan pada hari Jumat absensi pagi hari adalah pukul 06.30 wita sementara siang hari pada pukul 12.00 wita. Absensi sidik jari ini dikaitkan dengan uang makan yang akan diterima pegawai, bilamana seorang pegawai tidak masuk kantor dan melakukan absen sidik jari maka uang makan pada hari itu akan dipotong.
 
Pelaksanaan absensi sidik jari ini akan terus dievaluasi sehingga pegawai yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.


Oleh : kpubadung | 25 Mei 2012 | Dibaca : 1286 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
Errerere -
Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda tentang Website Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung?