Jelang Berakhirnya Proses Coklit, KPU Badung Gelar Daring Bersama Jajaran Badan Adhoc

  • 12 Agustus 2020
  • 11:40 WITA
berita_201308020807_JelangBerakhirnyaProsesCoklit,KPUBadungGelarDaringBersamaJajaranBadanAdhoc.jpeg

MANGUPURA.  Menjelang berakhirnya proses coklit yang jatuh pada 13 Agustus 2020, KPU Badung menggelar rapat evaluasi menggunakan Zoom Meeting terkait Penyusunan DPHP pada Selasa, (12/08/2020). Bertempat di Rumah Pintar Pemilu Anggota KPU Kabupaten Badung I GKG Yusa Arsana Putra didampingi Kepala Sub.Bagian Program Ida Bagus Gde Mariawan dan Staff menyampaikan progres coklit yang telah dilaksanakan PPDP.

Yusa Arsana menjelaskan kegiatan ini untuk memastikan hasil coklit dan pelaporannya, mengingat kegiatan pencocokan dan penelitian akan berakhir 13 Agustus 2020. Jika ada permasalahan sesegera mungkin dapat mencari solusinya bersama, terutama untuk pelaporan yang sudah mencapai 85% dan masih kurang 15%.

“Diharapkan agar PPDP maupun PPS segera menyelesaikan tugasnya dan menginput hasil kerja agar data coklit Kabupaten Badung 100%,” terang pria yang akrab disapa Gung Yusa ini.

Kata dia, di Desa Tuban lah yang memiliki kesulitan dalam melakukan coklit, yang dikarenakan faktor di lapangan sangat dinamis. “Ketika coklit berakhir besok, dimohonkan adanya koordinasi dengan Kaling, Kelian Desa/Lurah di masing-masing tempat, agar ada bukti bahwa PPDP sudah menjalankan tugasnya. Setelah itu, membuat surat pernyataan dari Kelian Desa/Lurah untuk mengantisipasi jika terjadi keliruan/kesalahan pada saat pencoklitan,” tambahnya.

Sementara itu, Staff Perencanaan Program dan Data Alit Mardangga mengatakan saat ini sudah ada data masuk untuk model A.B-KWK dari 17 Desa. Diharapkan untuk PPS yang sudah selesai melakukan rekap agar segera mengirimkan datanya.

“Pada laporan yang sudah masuk ada ditemukannya data lolos dari beberapa Desa, jadi ditemukan data ganda dan kesalahan pada saat pengetikan NIK dan NKK,” imbuhnya.

Alit menambahkan, jika memang ada data ganda bisa di cek kembali dilihat dari NIK, nama, tempat dan tanggal lahirnya. Pastikan juga pada pengetikan nama jangan disingkat disesuaikan dengan KTP-el.

“Pada sheet A.B-KWK jangan ada yang dihapus datanya yang ada perubahan karena akan berpengaruh pada keseimbangan data nantinya,” jelasnya.

Pada sisi lain, PPK dan PPS beserta jajaran sangat optimis kegiatan proses coklit dapat terlaksana dengan baik pada detik-detik terakhir. Oleh karenanya, dibutuhkan koordinasi dan kerja keras demi menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung 9 Desember 2020.

Foto terkait :

Komentar

Berita Terkait

Pengumuman Terkait

Dokumen Terkait